Monday, 25 January 2010 17:08
Oleh: Pdt. David Jullen Kather, S.Th
Ketua Biro Pemuda Pengurus Pusat DPA GBI
Sebagai generasi muda gereja, kita berhadapan dengan tantangan dan rintangan yang sangat tidak bisa dianggap ringan. Hal ini disebabkan Rencana Allah yang besar dan untuk meraihnya dibutuhkan konsentrasi penuh terhadap firman Allah dan tidak pernah menyimpang sedikitpun dati ketetepan-ketetapan Allah. Rasul Paulus mengingatkan anak rohaninya, Timotius bahwa generasi muda tidak akan pernah dianggap sebelah mata oleh siapapun dengan memberikan teladan bagi orang-orang percaya dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesuciaanmu (I Timotius 4:12). Kita juga dapat melihat dari proses perjalanan hidup seseorang yang bernama Daud sewaktu ia akan mendapatkan posisi paling penting yakni menjadi seorang Raja. Benar-benar tidak mudah bahkan hampir-hampir tidak dalam genggaman tangan Daud, kepercayaan Tuhan yang luar biasa itu.
Generasi muda harus ingat bahwa tidak ada yang dapat merebut apapun yang telah Allah rancangkan dalam hidup kita dengan sikap hati yang semakin diasah, dibentuk dan target utama untuk menjadi seperti Yesus. Daud memberikan contoh yang penting bahwa ia sebenarnya tidak masuk hitungan audisi menjadi Raja menurut pandangan orang tuanya sendiri tetapi tetap saja tidak ada yang dapat menghalang-halangi pilihan Allah itu jatuh kepadanya. Kita adalah generasi-generasi muda yag bangkit dan diurapi oleh Tuhan, apabila kita memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Promosi semakin meningkatnya kepercayaan Tuhan itu datangnya dari Tuhan bahkan akan terus naik sampai level yang telah Allah tetapkan (I Samuel 16:1-3). Awalnya Nabi Samuel sebagai utusan Allah takut dengan kemaran Saul tetapi dengan ”alasan” yang Allah buat khirnya Samuel dengan mantap melangkah menuju rumah Isai. Menegaskan bahwa Tuhan mampu lakukan apa saja supaya RencanaNya tergenapi
2. Tuhan melihat hati (I Samuel 16:7)
Sejujurnya semua kakaknya Daud lebih pantas menjadi raja apabila diukur dari paras dan perawakan yang tinggi. Tetapi, sekali lagi tidak ada yang dapat menghalangi rencana Allah yang besar bagi Daud karena Tuhan melihat hatinya Daud. Inilah sikap hati yang Daud miliki:
- Daud memiliki hati yang tunduk dan taat kepada Tuhan (I Samuel 18:10; 19:9)
Ketika Saul kerasukan setan maka Daud bermain kecapi memuji Tuhan dan hal ini sampai terjadi dua kali dan Daud tetap memuji Allah.
- Daud menyimpan Firman Tuhan dalam hatinya (I Samuel 17:45-47)
Daud sangat berani melawan Goliat, pendekar tentara Filistin padahal semua orang Israel takut termasuk Saul takut menghadapi tantangan Goliat. Alasan paling utama Daud karena ia yakin Tuhan menyerahkan Goliat kepadanya sehingga Daud menghadapi Goliat dengan Nama Tuhan semesta alam. Berarti, Daud merelakan dirinya selalu dikuasai oleh Firman Allah sebab Allah mampu melakukan apa saja. Daud juga tahu dari Firman Allah bahwa Saul adalah orang yang diurapi oleh Allah sehingga Daud menghormatinya dengan tulus dan tidak berani membunuh Saul padahal kesempatan yang empuk menanti. (I Samuel 24:7; 26:9)
- Daud tidak pendendam (I Samuel 24; 26)
Daud mendapatkan dua kali kesempatan untuk membalas prilaku buruk Saul terhadapnya bahkan Saul selalu mencoba membunuhnya. Tetapi, hati yang bersih dari dendam dan sakit hati membuat Daud tidak pernah tega untuk membalas dan membunuh Daud
- Daud memiliki kasih yang tulus (I Samuel 20)
Daud juga tidak menyimpan dendam dengan keluarganya Saul dibuktikan dengan menjalin persahabatan dengan Yonatan yang tidak lain dan tidak bukan adalah anak Saul.
- Daud mengakui kesalahan dan bertobat
Sebagai seorang raja memang tidak mudah untuk mengakui kesalahan yaitu berzinah dan membunuh tetapi Daud sadar bahwa semua yang ia dapatkan adalah asalnya dari Tuhan sehingga dalam pertobatannya, Daud berkata: ”Jangan pernah ambil RohMu dariku ya Tuhan...”
- Daud memiliki hobi yang istimewa yaitu memuji dan menyembah Tuhan
Sebagian besar Kitab Mazmur dikarang oleh Raja Daud karena kegemarannya memuji, meninggikan, memuliakan dan memasyurkan Nama Tuhan.
3. Daud sangat tekun dan giat bekerja. (I Samuel 16:11)
Walaupun sebenarnya tugas anak sulung untuk menggembalakan domba tetapi sebagai anak bungsu, Daud tetap tekun sangat giat mengerjakan apapun yang dipercayakan oleh orang tuanya (Kolose 3:23). Daud tidak pernah bersungut-sungut apalagi komplain kepada Allah mengenai perlakuan yang sangat tidak adil yang diterimanya dari orang tuanya.
Generasi-generasi muda pasti berhasil, sukses dan semakin dipercaya Tuhan untuk Kemuliaan dan Keagungan Nama Tuhan apabila kita semua bangkit dan diurapi! Ladang sudah menguning dan matang untuk dituai sehingga marilah sebagai generasi-generasi muda yang bangkit dan diurapi, kita lakukan dengan maksimal dan Roh yang bernyala-nyala semua kepercayaan Tuhan. MANTAP!!!
Rumah Adat / Tradisional Apakah masih layak dipertahankan ?
JAKARTA, KOMPAS.com — Momen Rapat Kerja Menteri Keuangan dan Komisi XI DPR RI terkait Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga APBN-P 2010, Senin (10/5/2010), menjadi momen bagi para anggota Dewan untuk mengucapkan selamat atas penunjukan Sri Mulyani Indrawati sebagai Managing Director World Bank per 1 Juni mendatang.
Berita Menarik
JAKARTA, KOMPAS.com — Momen Rapat Kerja Menteri Keuangan dan Komisi XI DPR RI terkait Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga APBN-P 2010, Senin (10/5/2010), menjadi momen bagi para anggota Dewan untuk mengucapkan selamat atas penunjukan Sri Mulyani Indrawati sebagai Managing Director World Bank per 1 Juni mendatang.

